Ada banyak inspirasi usaha yang datangnya dari luar negeri. Perkembangan teknologi telah memicu lahirnya ide-ide bisnis baru. Jadi peluang untuk mengeruk rupiah tidak akan pernah hilang asalkan anda mau melakoni usaha-usaha baru.

Ingin tahu usaha-usaha seperti apa yang sedang ngetren di luar negeri dan telah merambah ke Indonesia?

Taksi online

Taksi online telah menjadi tren di Indonesia. Di luar negeri tren yang sama sudah lebih dulu ada. Salah satu layanan taksi online yang paling banyak dipergunakan adalah uber, perkembangannya tak lepas dari campur tangan Google. Saking pesatnya, layanan taksi ini telah berhasil membuka cabang di lebih dari 100 negara. Ini membuat profit yang didapatkan juga meningkat secara signifikan.

Ojek online

Salah satu layanan ojek online yang sudah punya jaringan luas adalah Gojek. Perkembangannya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sempat memicu protes dari tukang ojek tradisional. Pertumbuhan yang massive mendorong terjadinya perubahan dalam proses transaksi. Jika dulu kita harus datang ke pangkalan atau menunggu ojek di pinggir jalan, maka sekarang kita memesan dari mana saja.

Anda hanya perlu melakukan order secara online lewat aplikasi yang sudah dipersiapkan. Apakah ada peluang sukses di bisnis ini? Jika ingin mendirikan perusahaan startup seperti Gojek, modal harus kuat. Selain itu, anda juga harus siap beberapa tahun pertama tidak mendapatkan untung sama sekali karena modal dipakai untuk promosi. Cara yang lebih mudah meraup untung di bisnis ini adalah menjadi tukang ojeknya sendiri. Tidak usah gengsi, banyak pelajar juga ikut bergabung karena income yang ditawarkan lumayan.

Food truck

Food truck juga termasuk bisnis yang terinspirasi dari luar negeri. Model penjualan seperti ini sudah ada sejak lama di negara lain, tapi sekarang peminatnya semakin besar di Indonesia terutama di kota-kota besar. Food truck sama saja dengan kedai kopi atau warung makan, hanya saja konsep pemasarannya sedikit berbeda. Pada warung konvensional, pembeli yang harus datang langsung ke warung. Sementara jika makanan dijual dengan konsep food truck, penjuallah yang berkeliling mencari konsumen.

Mereka biasanya mangkal di tempat-tempat yang ramai pengunjung. Apakah berbisnis food truck membutuhkan modal besar? Jika dibandingkan dengan membuka kafe atau restoran, biayanya sama-sama besar. Pengeluaran terbesar adalah untuk membeli mobil box. Anda perlu membeli mobil berukuran besar agar semua bahan makanan bisa ditampung di dalamnya. Membuka warung juga butuh modal besar, terutama untuk menyewa atau membeli lahan. Harga tanah saat ini sangat mahal, jadi jangan heran jika anda perlu modal ratusan juta untuk membuka rumah makan atau restoran.

Lokasi memegang peran sangat penting. Jika salah memilih lokasi, usaha bisa bangkrut karena sepi pelanggan. Tapi kalau usaha food truck, anda bisa berkeliling untuk memperluas cakupan konsumen. Selain mobil box, perlengkapan lain yang perlu dibeli antara lain dekorasi mobil, peralatan makan/minum, alat masak, meja, kursi, dll.

Marketplace Online

Kita juga bisa melihat bahwa marketplace online berkembang dengan sangat pesat. Jika dulu ada eBay, maka sekarang ada Tokopedia, Bukalapak, dll. Usaha seperti ini juga membutuhkan modal besar, tapi karena pemakaian internet semakin meluas, jadi potensi keuntungan juga sangat besar. Masyarakat Indonesia sudah mulai terbiasa memesan produk secara online. Merekalah konsumen potensial dari bisnis ini. Marketplace besar sering melakukan promosi nonstop di TV sehingga popularitas mereka naik drastis. Siapa yang tidak kenal dengan Tokopedia atau Bukalapak? Hampir semua konsumen yang ingin shopping secara online berkunjung kesana untuk membeli produk. Sekian inspirasi usaha yang lagi trend di luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *