Asuransi syariah di Indonesia – Banyaknya tren berhijrah di kalangan anak muda membuat banyak dari anak muda tersebut ramai-ramai mencari mana saja instrumen produk keuangan yang memiliki dasar atau prinsip nilai-nilai keislaman. Asuransi syariah dinilai dapat menjadi jawaban dari pencarian banyaknya anak muda yang mulai berhijrah. Sehingga, belakangan ini banyak perusahaan asuransi yang membuat produk asuransi syariah guna mewadahi tren yang banyak dilakukan oleh kalangan muda tersebut.

 

Jika dilihat dari Undang-Undang Nomor 40/2014 tentang perasuransian menyatakan bahwa asuransi syariah merupakan kumpulan perjanjian yang terdiri atas perusahaan asuransi dan antara pemegang polis dalam rangka pengelolaan dana untuk menolong dan melindungi para pemegang polis.

 

Melihat arti dari apa itu asuransi syariah, bisa disimpulkan bahwa asuransi syariah merupakan salah satu jenis produk keuangan yang diciptakan untuk saling membantu antar peserta atau pemegang polis. Yang mana itu juga menjadi pokok perbedaannya dengan asuransi konvensional.

 

Di sini, saya juga akan menjelaskan beberapa macam manfaat utama dan juga ciri-ciri dari asuransi syariah.

 

1. Skema berbagi risiko

Asuransi syariah memperkenalkan sebutan dana tabarru’ yang mana sifatnya hampir sama dengan premi yang terdapat pada asuransi syariah yaitu sifatnya yang kontributif antar sesama peserta asuransi syariah. Asuransi syariah juga menganut asas tolong-menolong. Dana tabarru’ dikumpulkan untuk bermacam manfaat yang bisa dialami pesertanya. Ini disebut juga dengan konsep berbagi risiko atau risk sharing, seperti untuk membayar klaim, santunan asuransi, ataupun pengelolaan lain sesuai dengan tata cara dan perjanjian dari asuransi syariah yang berlaku.

 

Pada asuransi syariah, premi yang telah dibayarkan segala pemegang polis akan dikumpulkan serta dikelola industri asuransi. Dana yang terkumpul nantinya digunakan untuk membayar klaim yang diajukan oleh peserta asuransi syariah yang sedang mengalami risiko tergantung dari akad ataupun perjanjian awalnya.

 

Baca juga: Sejarah Asuransi Syariah di Indonesia

 

2. Perbedaan perjanjian

Pengertian dari asuransi syariah adalah tipe asuransi yang memakai perjanjian ataupun akad tolong-menolong. Dalam Islam, tipe akad ini diketahui sebagai akad takaful. Akad ini juga yang membentuk skema pemberian dana atas klaim peserta sebagaimana praktik dari prinsip berbagi resiko. Ketika Anda menjadi peserta asuransi syariah serta mengajukan klaim atas resiko yang telah terjadi, dana yang Anda terima sebagian adalah urunan dari dana-dana peserta lain.

3. Tidak kenal dana hangus

 

Terkait dana hangus, dana yang telah Anda bayarkan tidak jadi kepunyaan perusahaan, namun hanya dikelola secara bersama beserta dengan total dari dana semua peserta. Ketika jangka waktu habis, duit tersebut bisa dikembalikan kepada Anda. Industri asuransi bisa dibilang ‘hanya’ mendapatkan beberapa dana yang sedikit selaku imbalan dari pengelolaannya. Besarannya juga telah diresmikan di akad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.